Press Release

Press Release 1 August 2017

Q2 2017, LPCK CATAT PENDAPATAN SEBESAR RP 842 MILIAR

Lippo Cikarang 28 Juli 2017 PT Lippo Cikarang Tbk (“LPCK”) mengumumkan laporan Keuangan  Q2 2017 yang berakhir pada 30 Juni 2017. Perusahaan melaporkan Pendapatan sebesar Rp 842 miliar, Laba Bruto sebesar Rp 403 miliar dan Laba Bersih Rp 262 miliar.
Pendapatan dari Hunian dan Apartment sebesar Rp 635 miliar atau menyumbang 75% dari Total Pendapatan.

Pendapatan Recurring LPCK naik sebesar 7% menjadi Rp 137 miliar di tahun 2017 dari Rp 128 miliar di tahun 2016, memberikan kontribusi sebesar 16% dari Total Pendapatan LPCK di Kuartal 2 (Q2).

Total Aset LPCK tumbuh dari Rp 5,65 Triliun menjadi Rp 6,22 Triliun masing-masing pada tanggal 31 Desember 2016  dan 30 Juni 2017.

Toto Bartholomeus, Presiden Direktur LPCK mengatakan: “Ketika menghadapi tantangan terhadap penurunan makro ekonomi Indonesia, yang telah menyebabkan pelemahan daya beli konsumen ditambah dengan adanya peningkatan persaingan pasar properti terutama di sektor pencakar langit, kami tetap bekerja keras menyiapkan pengembangan kawasan.

Saat ini  LPCK telah memulai pembangunan kota baru berskala Internasional yang diberi nama Meikarta dengan total nilai proyek melebihi Rp 278 triliun, dengan Orange County sebagai CBD.

Lokasi kota raksasa Meikarta berada di jantung ekonomi RI di Koridor Timur Jakarta-Bandung. 60% ekonomi nasional RI berada di Kawasan JA-BOTABEK-BANDUNG. 70% nya berada di pusat Bekasi-Cikarang dengan penduduk yang akan mencapai 15 juta dalam waktu 20 tahun kedepan. Berarti disinilah keseluruhan pusat perekonomian RI.

Kota raksasa modern Meikarta berada di tengah-tengan koridor ini dan dikelilingi beberapa kota baru seperti Lippo Cikarang, Jababeka, MM2100, dsb.

Meikarta akan tampil sebagai  menjadi kota modern terlengkap dan terindah, serta terlengkap infrastrukturnya di Asia Tenggara.

Saat ini Pemerintah mulai membangun 6 (enam) infrastruktur penting di kawasan ini, antara lain:

  1. Kereta Api Cepat Jakarta-Bekasi-Cikarang-Bandung
  2. Pembangunan Patimban Deep Seaport
  3. Lapangan terbang baru ‘KERTAJATI INTERNATIONAL AIRPORT’
  4. APM Monorail
  5. Tol  Jakarta-Cikampek Elevated Highway
  6. LRT Cawang-Bekasi Timur-Cikarang

Pembangunan Meikarta seluas 500 hektar, dibangun sekaligus sampai seratus gedung pencakar langit masing-masing 35 sampai 46 lantai.

Prestasi dan reputasi LPCK sebagai pengembang kawasan telah membuktikan bahwa LPCK adalah pengembang kawasan perkotaan yang mandiri dengan berbagai fasilitas kota bertaraf International seluas sekitar 3.250 hektar dengan kawasan industri sebagai basis ekonomi. LPCK telah berhasil membangun lebih dari 14.000 hunian, dengan populasi kota 50.720 orang dan 484.300 orang yang bekerja setiap hari disekitar 993 perusahaan manufaktur yang tersebar di kawasan industri Lippo Cikarang.

LPCK merupakan Anak Perusahaan PT Lippo Karawaci Tbk ("LPKR"). LPKR adalah satu perusahaan properti terbesar di Indonesia berdasarkan jumlah aset dan pendapatan, yang tercatat di Bursa Efek indonesia, dan didukung oleh land bank yang serta recurring income yang solid. Bisnis LPKR terdiri Residensial / Township, Retail Malls, Hospitals, Hotels dan Asset Management.

LPCK adalah perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan memiliki Kapitalisasi pasar sebesar 2,9 Triliun atau setara US$ 215  Juta pada 30 Juni 2017.

 

Untuk Informasi Lebih lanjut:

Dea Thamrin
Corporate Secretary
PT Lippo Cikarang Tbk
021-8972484/021-8972488 

 

Hong Kah Jin
Director
PT Lippo Cikarang Tbk
021-8972484/021-8972488